Saturday, October 12, 2013

Beranda » Supaya Malam Pertama "Berjuta" Rasanya

Supaya Malam Pertama "Berjuta" Rasanya

KOMPAS.com – Bagi pasangan yang baru saja menikah, malam pertama menjadi momen paling mendebarkan, sekaligus paling dinanti. Tak heran jika akhirnya, malam pertama menjadi ritual dengan sensasi berjuta rasa. Mengapa demikian?

Menurut Helen Fisher, Ph.D, antropolog di Reuter University dan penulis The First Sex, malam pertama adalah puncak dari ritual pernikahan, alhasil kebanyakan perempuan menilainya seperti sistem reward dalam otaknya.  Hal ini terjadi karena secara emosional perempuan sedang merasa benar-benar bahagia. Sehingga tubuh memproduksi hormon yang melahirkan rasa bahagia, dopamine dan epinepherin dalam jumlah besar.

Nah, agar Anda memperoleh pengalaman yang berkesan dan tak terlupakan, kuncinya ada pada suami, jangan sampai ia menyepelekan proses bercinta di malam pertama. Karena, suami harus berusaha menghadirkan suasana yang romantis dan perasaan yang nyaman pada Anda.

Lalu bagaimana sih menciptakan pengalaman bercinta di malam pertama yang sensasional? Seperti yang dikutip dari laman Your Tango, ada dua hal yang menentukan kebahagiaan seorang perempuan di malam pertama, foreplay dan posisi bercinta yang tepat sasaran.

Dikarenakan malam pertama adalah momen perdana perempuan berhubungan intim, maka suami dianjurkan untuk memperlama sesi foreplay. Dengan durasi  'pemanasan' yang intens akan 'membakar' gairah perempuan lebih dahsyat, sehingga produksi cairan pada Miss Cherry pun terstimulasi dengan baik. Saling menyentuh dengan berpelukan dan berciuman, akan memancing sensasi untuk melanjutkannya ke 'peraduan' bersama.  
 
Setelah prosesi 'foreplay' dilalui dengan sukses, saatnya beranjak ke tahap berikut yang paling ditunggu-tunggu, yaitu 'menu utama'.  Pada tahap ini Anda jangan terlalu gelisah dan khawatir, Fisher merekomendasikan posisi woman on top. Karena, posisi ini bisa mengontrol kedalaman penetrasi suami saat sedang 'bergerilya'. Selain itu, posisi ini pun memungkinkan perempuan mengendalikan dan mengatur ritme bercinta.

Usahakanlah untuk rileks, jangan panik, dan terlalu banyak berpikir. Ingat saja, pasangan mencintai Anda apa adanya, sudah pasti ia akan memberikan kenyamanan dan kebahagiaan pada Anda. Rasa takut justru akan membuat Anda sulit menikmati malam pertama, akhirnya gairah pun jadi tersendat. Masih menurut Fisher, sebenarnya  merasa gelisah  di malam pertama adalah sesuatu yang wajar. Dan ini, sudah menjadi tugas suami untuk menenangkan Anda, agar tercipta kebahagiaan yang mutual.

Sumber :

Editor :

D. Syafrina Syaaf


http://female.kompas.com/read/xml/2013/10/13/1303447/Supaya.Malam.Pertama.Berjuta.Rasanya