Friday, February 4, 2011

Beranda » Jelang El Clasico, Real Madrid (Palestina) vs Fc Barcelona (Zionist Israel)

Jelang El Clasico, Real Madrid (Palestina) vs Fc Barcelona (Zionist Israel)

Gaung El Clasico memang kerap menyentuh hingga ranah politik. Seperti yang terjadi sekarang. Namun, kali ini bukan soal referendum Katalan, melainkan terkait konflik Palestina dengan Israel.

Kini sudah banyak Masyarakat yang tahu bahwa Real Madrid adalah Pendukung Utama Muslim Palestina, sedangkan Fc Barcelona adalah Sekutu Utama Zionist Israel dalam Sepak Bola. Selain itu Fc Barcelona juga adalah salah satu Member Freemasonry yang di Rekrut guna Menyaingi Real Madrid dan Untuk segera Menerapkan Tatanan Dunia Baru di Jagat Sepakbola.

Pesepakbola dan mantan tahanan dari Palestina, Mahmoud al Sarsak yang dibebaskan pada Juli lalu setelah melakukan aksi mogok makan selama tiga bulan sebelumnya, menolak undangan dari Barcelona guna menghadiri El Clasico pada akhir pekan ini.



Dalam konferensi pers di Gaza, Al Sarsak yang pernah bermain bagi tim nasional Palestina ini terpaksa menolak undangan tersebut. Penolakannya ini bukan tanpa alasan.

“Saya telah diundang untuk menyaksikan pertandingan karena adanya tekanan dari fans Barcelona sehubungan dengan undangan klub kepada Gilad Shalit untuk menonton laga tersebut,” kata Al Sarsak seperti dikutip Marca.

“Anda tidak bisa memperlakukan korban dan penindas secara setara,” ungkap Al Sarsak menyebut keputusannya menolak undangan tersebut.

Shalit merupakan tentara Israel yang sempat ditahan Palestina selama lima tahun sejak Juni 2006 silam dan kini telah dibebaskan. Barcelona mengindikasikan tak jadi mengirim undangan kepada Al Sarsak dan Shalit tapi mengonfirmasi bahwa mereka mendapat permintaan dari orang-orang yang dekat dengan dua orang tersebut untuk diundang ke El Clasico.

Al Sarsak sendiri ditahan di penjara Israel selama tiga tahun sejak 2009 lalu tanpa alasan yang jelas. Saat itu, Al Sarsak tengah pergi ke Yordania untuk bergabung dengan klub yang memboyongnya, Balata. Puasa selama 92 hari sebelum kebebasan merupakan bentuk protes Al Sarsak atas penahanannya.