Monday, July 29, 2013

Beranda » Menuai Laba dari Bisnis Musiman Mukena Bali

Menuai Laba dari Bisnis Musiman Mukena Bali

KOMPAS.com - Selalu ada bisnis musiman yang unik selama Ramadhan dan jelang Lebaran. Dari kebutuhan makanan, pakaian hingga perlengkapan beribadah. Salah satunya mukena yang dibutuhkan untuk shalat tarawih juga shalat Id.

Ramadhan tahun ini, bisnis mukena Bali menjadi primadona. Bahkan 1-2 bulan sebelum Ramadhan mukena Bali sudah ditawarkan. Warna berani dengan motif berukuran besar membuat pemakainya terlihat menonjol. Warna putih bukan lagi menjadi andalan saat pembeli memilih mukena. Justru warna berani seperti merah, kuning, hijau menjadi pilihan. Kalaupun mencari warna lebih lembut, warna ungu menjadi favoritnya. Mukena bermotif tye dye atau terlihat seperti pelangi juga digemari.

Mukena Bali laris terjual dengan harga kisaran Rp 125.000 untuk ukuran standar hingga Rp 170.000 untuk ukuran jumbo. Pusat grosir seperti pasar Tanah Abang, pasar Cipulir juga menjual mukena Bali dengan harga bervariasi, rata-rata Rp 80.000.

Perbedaan harga ini menentukan kualitas bahan dari mukena dengan ciri khas motif bunga atau daun berukuran kecil hingga besar, yang mendominasi bagian atasan dan bawahan mukena. Bisa dibilang, perempuan yang berani tampil beda menjadi sasaran utama produk asal Bali ini.

Lantaran banyak peminatnya, jumlah reseller juga semakin meluas. Kaum ibu yang sebelumnya tak pernah berbisnis pakaian pun menuai laba dari bisnis musiman ini.  Kepada Kompas Female, dua perempuan berbagi pengalamannya menjadi reseller mukena Bali.

Nurlailah (33), ibu satu anak ini juga kecipratan untung dari bisnis musiman mukena Bali. Dengan sistem pemesanan, ibu rumah tangga yang akrab disapa Ela ini mendapatkan profit 20 persen dari satu set mukena Bali. Ia berhasil menjual 40 set mukena dalam satu bulan.

"Keuntungannya lumayan untuk tambahan kebutuhan Lebaran, saya juga bisa mengirimkan uang ke adik dari bisnis mukena Bali ini," ungkap Ela.

Ela juga mendapatkan kemudahan dari agen. Ia hanya perlu memesan dan membayar ke agen ketika mendapatkan pesanan dari pembelinya. Mengandalkan BlackBerry Messenger, Ela menawarkan produk dan menerima pesanan.

Lain lagi dengan Wulan Kassim (37) yang membeli 100 set mukena ke supplier di Bali. Kemudahan yang ia terima berupa gratis ongkos kirim barang dari Bali ke Depok, tempat tinggalnya.

Wulan menjual mukena Bali Rp 130.000 untuk ukuran standar dan Rp 170.000 untuk ukuran jumbo.

"Ada pelanggan yang bilang mukena Bali dari saya mahal, namun ada juga yang bilang setimpal dengan kualitasnya. Mukena yang saya jual berbeda dengan grosiran atau mukena yang dipilih acak dari pabriknya," ungkap pemilik toko online Wekaolshop ini.

Wulan mengakui, bisnis mukena Bali banyak pesaingnya dan harganya bersaing ketat. Meski begitu, bisnis Wulan berjalan mulus. Bahkan belum sempat memotret koleksi terbaru untuk dipamerkan, produk mukena Bali yang dijualnya sudah laku dipesan.

Editor :

Wawa


http://female.kompas.com/read/xml/2013/07/29/1803451/Menuai.Laba.dari.Bisnis.Musiman.Mukena.Bali