Wednesday, July 31, 2013

Ketika Teman Jadi Bos

KOMPAS.com - Punya teman yang jadi atasan mungkin bikin serba salah. Mau berakraban di kantor takut disangka menjilat. Apa yang sebaiknya dilakukan?

* Kapan teman, kapan bos.
Di luar lingkungan kantor, Anda boleh saja menyapanya seperti layaknya Anda menyapa seorang teman. Tapi, bila berada dalam suasana kerja, biasakanlah untuk memanggilnya dengan sebutan lebih formal, misalnya, Ibu, Mbak, Mas, dan sebagainya.

* Bersikap profesional.
Di luar kantor boleh ia jadi teman, tapi di kantor dia tetap jadi atasan Anda. Jangan karena dia adalah teman, lantas Anda memintanya untuk memberikan privilege, misalnya, tidak memberikan pekerjaan berat kepada Anda, deadline mundur, atau bekerja asal kelar tanpa memerhatikan kualitas. Bekerjalah profesional seperti biasanya, dengan menganggap yang menjadi bos itu bukan teman Anda.

* Terbuka.
Sebagai teman, sudah selayaknya Anda dan dia saling mendukung. Jadilah rekan yang bisa diajak diskusi, bertukar pikiran maupun memberikan kritik yang bisa memacunya bekerja lebih bagus dan berprestasi. Jangan mentang-mentang atasan adalah teman, Anda jadi sungkan mengkritik dan hanya ingin menyenangkannya. Teman yang baik adalah yang memberikan masukan positif sekalipun terdengar pahit.

* Jangan sia-siakan kepercayaannya.
Ketika Anda diminta memimpin sebuah proyek, kerjakan dengan baik. Dengan begitu dia akan terus memberikan pekerjaan menantang yang akan mendongkrak karier Anda.

(Majalah Chic/Erika Paula)

Sumber :

Editor :

Wawa


http://female.kompas.com/read/xml/2013/08/01/1110045/Ketika.Teman.Jadi.Bos