Saturday, April 6, 2013

Aksesori Kawat Tembaga Makin Diminati

KOMPAS.com - Sekarang ini, kebutuhan aksesori bagi para perempuan sangat dibutuhkan. Makin banyak inovasi dalam perkembangan tren aksesori, dari penggunaan bahan batu-batuan, untaian helai bulu, bahkan kawat tembaga, yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Dalam Pameran UKM Fesyen dan Aksesori 2013 yang berlangsung di SME Tower selama 3 - 7 April 2013, dipamerkan berbagai macam aksesori yang menggunakan material kawat tembaga dan bebatuan koral asli Indonesia. Seperti di salah satu booth yang ramai dikunjungi pembeli karena menjual berbagai macam aksesori unik dan klasik yang terbuat dari bebatuan asli kawasan pinggir Indonesia.

"Iya, bahan yang dipakai memang dari kawat tembaga arau yang disebut copperwire. Ide membuat aksesori ini dari teman dan sudah berjalan selama tiga tahun. Batu-batuan yang kami pakai benar-benar menggunakan batu dari alam yang berasal dari Pacitan, lebih banyak buatan Indonesia," tutur Titien, salah satu peserta pameran, pada Kompas Female, Jumat (5/4/2013) lalu.

Aksesori buatan tangan ini diakuinya makin diminati oleh masyarakat. Meski harga yang dipatok tergolong tidak murah, sekitar Rp 125.000 untuk harga satu kalung, menurut perempuan berjilbab ini, masih ada orang Indonesia yang menghargai hasil karya buatan tangan dan tidak bermasalah dengan harga yang ditawarkan.

"Biasanya mereka yang datang ke pameran memang menjadi penggemar produk yang asli buatan Indonesia dan hasil karya rancangan tangan. Sehingga, untuk harga pun mereka tidak mempermasalahkannya," imbuhnya.

Karya para perajin memang mampu membantu melestarikan dan mengembangkan produk lokal di kalangan masyarakat. Sama halnya, dengan aksesori buatan tangan ini, yang memerlukan sekitar dua sampai tiga pekerja untuk menyelesaikan produk aksesori yang akan dijual.

Sayangnya, hingga sekarang ini belum ada teknologi pendukung yang dapat membuat para perajin UKM ini dapat memproduksi produk mereka secara massal dan cepat. Jika dilihat, aksesori yang terbuat dari kawat tembaga ini terlihat simpel dan yang terpenting menggunakan bebatuan asli Indonesia.

"Hampir semua aksesori yang saya buat bersama suami ini memang mengambil bahan material asli lokal. Untuk batunya sendiri, kami sudah punya produsen sendiri yang siap mencetak banyak batu-batuan unik asli kepulauan Indonesia. Sayangnya, teknologi yang dapat mempermudah pengerjaan secara massal masih belum ada di sini," jelasnya.

Untuk urusan desain, Titien mengaku banyak mendapatkan inspirasi dari buku-buku dan majalah. Ia pun menyadari dirinya harus melek fashion agar dapat mengikuti perkembangan mode yang terus bergulir setiap tahunnya.

"Apalagi target market kami mulai dari remaja sampai Ibu-ibu dewasa, jadi harus tahu betul apa yang mereka minati sekarang ini," tutupnya.

Editor :

Dini


http://female.kompas.com/read/xml/2013/04/06/20335375/Aksesori.Kawat.Tembaga.Makin.Diminati